Monday, September 28, 2009

Daftar Wanita Terkejam di Dunia

Jiang Qing (1914 – 1991)

Korban : 500000+

 

jiang qing Jiang Qing adalah istri dari Mao Tse-tung, seorang diktator komunis di China. Karena kepintarannya menyusun gerakan dia mendapatkan posisi yang paling berkuasa didalam partai komunis. Dipercaya bahwa dialah otak dibalik Revolusi Budaya Cina (dimana dia menjadi wakil pemimpin). Selama Revolusi Budaya, banyak aktifitas ekonomi yang berhenti dan bangunan-bangunan kuno, artifak, barang-barang antik, buku-buku, dan lukisan-lukisan yang tidak terhitung banyaknya hancur oleh Red Guards (pasukan merah)

 

Selama 10 tahun Revolusi Budaya juga berpengaruh kedalam sistem pendidikan yang diberhentikan dan banyak orang-orang pintar dikirim ke camp tahanan. Jutaan orang di Cina dilaporkan mengalami penyiksaan hak-hak asasi selama Revolusi Budaya, seperti pemecatan secara paksa. Perkiraan korban kematian, orang sipil dan pasukan merah, baik dari orang barat dan orang timur sekitar 500.000 dalam kekacau-balauan pada tahun 1966-1969 tetapi perkiraan tersebut naik lagi menjadi 3 juta dari 36 juta orang yang dianiaya

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Delphine LaLaurie (1775 – 1842)

Korban : 10+

 

delphine-lalaurie LaLaurie adalah kaum socialite yang kejam yang tinggal di New Orleans. Rumahnya adalah ruangan yang penuh dengan horror. Pada 10 April 1834, kebakaran terjadi di dapur dan pemadam kebakaran menemukan 2 budak yang dirantai pada kompor, dimana diyakini merekalah yang memacu kebakaran untuk mendapatkan perhatian. Pemadam kebakaran dipandu oleh budak yang lain menuju keloteng dimana terdapat hal yang lebih mengejutkan. Lebih dari satu dosin budak cacat dan buntung terbelenggu di tembok atau lantai. Beberapa menjadi subjek untuk percobaan obat yang mengerikan

 

Seorang laki-laki terlihat sebagai bagian pertukaran seks yang ganjil, seorang wanita terjebak di kandang yang kecil dengan lengannya yang rusak dan terlihat seperti kepiting, dan wanita lainnya tanpa tangan dan kaki, dan adanya tambalan daging pada dirinya agar terlihat seperti ulat bulu. Beberapa mulutnya dijahit dan kelaparan sampai mati, yang lainnya lagi tangannya dijahit dengan bagian badan yang lainnya. Kebanyakan ditemukan mati, tetapi beberapa masih hidup dan beberapa memohon untuk dibunuh agar tidak menderita lagi. LaLaurie lari sebelum dia diadili dan dia tidak pernah tertangkap

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Phoolan Devi (1963 – 2001)

Korban : 22+

 

phoolan Phoolan Devi adalan Dacoit India (perampok bersenjata) yang mempunyai karir singkat sebagai politician nantinya. Pada 1970an dia diculik oleh dacoit gank dan dia akhirnya bergabung dengan mereka untuk melakukan kejahatan. Pada suatu saat dia diperkosa oleh grup laki-laki di Behmai. Dia memilih untuk lari dan melanjutkan hidupnya untuk melakukan kejahatan, merampok dari orang-orang kaya. Lalu dia akhirnya kembali ke Behmai dan dia memerintahkan semua laki-laki untuk berbaris dan menembak mereka semua

 

Paling tidak sekitar 22 laki-laki terbunuh. Kemudian akhirnya dia ditangkap dan menghabiskan 11 tahun penjara. Dia masuk kedalam dunia politik, tetapi hanya dalam waktu yang singkat karena adanya pemberontakkan. Secara mengejutkan, tahun 1998, Phoolan Devi dinominasikan untuk mendapatkan penghargaan Nobel oleh beberapa anggota parlemen Inggris. Pada tahun 2001, dia dibunuh oleh seorang laki-laki dalam usaha balas dendam atas pembunuhan yang ia lakukan di Behmai

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Rosemary West (1953)

Korban : 12+

 

rosemary Bersama suaminya Fred, Rosemary West dipercaya telah menyiksa dan membunuh 12 wanita muda. Pada agustus 1992, Fred West ditangkap setelah tertuduh memperkosa anaknya yang berumur 13 tahun sebanyak 3 kali, dan Rosemary West ditangkap atas kekejaman terhadap anak. West mengembangkan kebiasaan untuk mengambil anak-anak perempuan dari pemberhentian bus disekitar Gloucester, Inggris, dan memenjarakan mereka dirumahnya untuk beberapa hari sebelum membunuhnya.

 

West mempunyai nafsu seksual yang besar sekali dan menikmati perbudakan ekstrem dan seksual sadomasocithistic. Rosemary adalah seorang biseksual dan banyak korban-korban mereka digunakan untuk kepuasan seks dia dan suaminya. West juga bekerja sebagai pelacur. Dua dari anak mereka adalah anak dari kliennya. West adalah salah satu dari hanya dua wanita yang pernah dihukum mati dipenjara di UK (yang lainnya adalah Myra Hindley yang sudah meninggal saat ini)

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Marybeth Tinning (1942)

Korban : 9

 

marybethtinning-294-jg-091808 Antara tahun 1972 dan 1985, Tinning mempunyai 8 anak, dimana semuanya ia bunuh, termasuk anak adopsinya sendiri. Selama waktu kematian, tidak ada satupun yang curiga bahwa dia membunuh mereka, dan justru menyalahkan kelainan genetic. Hal ini terjadi walaupun anak adopsinya adalah anak ketujuh yang dibunuh. Dia mengaku bahwa dia mencekik anak-anaknya, tetapi kemudian dia menarik kembali pengakuan itu. Dia dihukum 20 tahun penjara, dan kedua permintaan pembebasan bersyarat ditolak

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Elizabeth I of England (1533 – 1603)

Korban : 1000+

 

elizabeth_i_002a Elizabeth I, dalam perintah untuk menindas paham Katolik, ribuan penganut Katolik di Inggris dan Irlandia dibunuh. Selama yang dia lakukan baik untuk kehormatan perlemen, ia tega berbuat kejam. Sebagai tambahan, Elizabeth memberikan Queen Mary of Scots tempat perlindungan, lalu tiba-tiba mengkhianatinya dan meletakkan dia didalam penjara selama hampir 19tahun, lalu membunuhnya. Dia menganjurkan perompakan melawan kapal-kapal Spanyol dan mendukung penukaran budak

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Elena Ceauşescu (1916 – 1989)

Korban : pemusnahan bangsa

 

3251626tmll7

Elena Ceauşescu merupakan orang Rumania yang menyatakan diri sebagai ilmuwan, istri dari pimpinan komunis Romania Nicolae Ceauşescu, dan wakil perdana menteri Romania. Romania menyatakan bahwa Elena Ceauşescu bertanggung jawab atas pembebasan dari kontrol kelahiran yang menciptakan kondisi krisis selama tahun 1970-1980an, yang mengakibatkan membanjirnya bayi yang tidak diinginkan. Bayi-bayi, dan anak-anak tersebut akhirnya tinggal di tempat yatim piatu

 

Dia juga mengepalai komisi kesehatan lingkungan, dimana dia menyangkal adanya AIDS di Rumania, yang merupakan salah satu kasus paling besar didunia barat. Dia juga bertanggung jawab atas kehancuran gereja-gereja dan pendistribusian makanan yang terjadi pada tahun 1980an di Rumania. Dia akhirnya dieksekusi atas kejahatannya yang melawan kemanusiaan dan pengeksekusinya meneriakkan “pergilah ke neraka” ketika menghukumnya

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Karla Homolka (1970)

Korban : 3 (diduga ada 5 orang lainnya)

 

homolka Karla Homolka adalah pembunuh serial dari Kanada yang menarik perhatian media diseluruh dunia ketika dihukum karena membantu suaminya, Paul Bernardo untuk memperkosa dan membunuh gadis-gadis remaja, termasuk juga adiknya sendiri Tammy Homolka.

Karla merekam kebrutalan dan pembunuhan gadis muda yang dilakukan oleh suaminya, rekaman video ini digunakan untuk melawan mereka dipengadilan dan beberapa bagian dapat disaksikan diinternet walaupun pemerintah Kanada meminta agar video itu dihapuskan.

Yang lebih mengejutkan lagi, Homolka dibebaskan dari penjara pada tahun 2005 setelah hanya dihukum 12 tahun dan sekarang hidup di West Indies

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Dorothea Puente (1929)

Korban : 9 orang

 

786-dorothea_puente_standalone_prod_affiliate_4_6o19 [320x200] Dorothy Puente adalah wanita tua yang menjalankan usaha rumah kos. Selama dia menjalankan usaha ini, dia pelan-pelan membunuh orang-orang yang tinggal bersamanya dan memalsukan tanda tangan mereka untuk pemeriksaan keamanan. Dia tidak mengijinkan penyewa-penyewa itu untuk menggunakan telepon atau surat. Dia akan mengambil semua uang yang dikirim untuk para penyewa itu dan menyimpannya untuk dirinya sendiri.

 

Para korbannya biasanya sedang mabuk, dan menderita schizophrenia. Salah satu mayatnya ditemukan dikebun belakang, ditemukan tanpa kepala, lengan, dan kaki. Uang yang dia curi, dia pakai untuk pakaian-pakaian mewah, parfum dan operasi pengencangan kulit muka sesaat sebelum dia tertangkap. Puente tidak memperlihatkan penyesalan yang dalam atas kejahatan yang dia lakukan dan saat ini dia berada dipenjara dengan hukuman seumur hidup.

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Williamina “Minnie” Dean (1844 – 1895)

Korban : 3+

 

minnie_dean_at_the_time_of_her_marriage_in_1872_ag_2065959273 Minnie Dean adalah satu-satunya wanita yang dieksekusi dalam sejarah Selandia Baru. Dia dieksekusi dengan digantung. Berkedok menyelamatkan gadis muda yang miskin, wanita iblis ini membunuh anak mereka dan mengambil uang mereka untuk meningkatkan gaya hidupnya. Pada waktu itu, wanita muda yang hamil tanpa suami dijauhi oleh masyarakat. Hal ini memunculkan suatu kejadian phenomena yang disebut “baby farming” dimana orang akan mengajukan diri untuk mengambil anak mereka dan membesarkan mereka dengan gaji dari pemerintah.

 

Dean adalah salah satu orang tua asuh, tetapi bukannya membesarkan anak-anak itu, dia justru membunuh mereka ketika ada kesempatan dan mengambil gaji itu. Hal ini sangat memungkinkan dilakukan karena orang tua adopsi tidak harus mendaftar sesuai hukum. Dalam banyak kasus, anak-anak itu lenyap di rumah para orang tua asuh ini. Dean membunuh paling tidak 3 anak tetapi banyak orang yang menduga dia membunuh lebih dari itu. Saat ini, tulang dari 3 anak itu disimpan didalam museum pribadi polisi Selandia Baru.



11 comments:

DeRrY said...

Walau bagaimanapun juga, gw masih butuh yg namanya wanita dalam hidup gw. Ironis skali... (>.<)

Mike said...

@DeRrY
wah kk, kalo cewenya gitu, habis dah hidup u..
suram :))

Sigit Purwanto said...

ini adalah secuil dari kisah kekejaman yang terungkap..sepertinya masih banyak yang belum terungkap.
semoga aja Mike tidak memilik sifat seperti mereka..hehehe

salam

Mike said...

iya..
kalo semuanya terungkap, sepertinya bisa lebih dari 30an :)

hahaha..
lebih tepatnya, smoga saya tidak mendapat perempuan seperti mereka di hidup saya :))

nophie said...

kalo nurut aku mereka memang kejam, tapi di Indonesia banyak kok wanita yg lebih kejam dari mereka.
Ibu yang membunuh bayinya yg baru dilahirkan, belum lagi yang gugurin kandungannya. nurut aku sih itu lebih kejam, karena membunuh darah dagingny sendiri. kl wanita2 yg ada di postingan tuh membunuh orla yg sama sekali ga ada hubungan darahnya, lha ini di negara kita sendiri banyak bgt tuh yg kek gitu. Prihatin deh.....

Mike said...

@nophie
iya..
saya setuju dengan nophie..
namun demikian, jumlah orang yang dibunuh oleh orang2 diatas sangatlah banyak..

bahkan ada yang mencapai 500rb..
hehe..

adakah orang indonesia yang sanggup membunuh sampai begitu banyak? ^^

Anonymous said...

Just read ur blog!

Pretty awesome man, but just missed a few like :

Elisabeth Bathory and Ms Bonnie (&Clyde)...

Btw

Nice To Know ya'

Anonymous said...

Disini mah jutaan dibunuh oleh kaum Ibu pejabat lewat korupsinya minjam tangan suami atau PIL nya.

Anonymous said...

Hmmm, mike...kamu kurang pembunuh serial dari hungaria tuh, "Countess Elizabeth Bathory" dia bunuh lebih sadis lho dripada yg diatas...lihat deh kisahnya sndiri...

Anonymous said...

hmm...si karla homolka kjam y..

Anonymous said...

kejam sekali y......

Post a Comment